 | Category: | Movies | | Genre: | Horror |
Untung saya nonton film ini di rumah bukan di bioskop....jadi nggak bakalan malu sama penonton-penonton yang lain karena bawaan saya jerit-jerit terus sepanjang nonton film ini. Harus diakui kalau saya ini super duper penakut, tapi belaguu deh...sok-sok-an milih film horor ini waktu hunting dvd bareng Misua...hasilnya.....hehehe......telinga Misua sakit katanya denger saya teriak-teriak terus waktu nonton....
Dari awal film ini sudah cukup bikin syaraf saya tegang terus. Baru semenit aja adegan horor udah mulai bertebaran. Ceritanya berpusat di 1 rumah di daerah pedesaan North Dakota, dimana keluarga terakhir yang tinggal disana "hilang" secara misterius. Keluarga selanjutnya yang menempati rumah itu adalah keluarga Solomon yang terdiri dari Ron si ayah, Denise sang ibu, Jessica & Ben. Mereka pindah dari Chicago untuk memulai hidup baru di North Dakota setelah kecelakaan mobil yang dialami Jessica & Ben yang menyebabkan balita lucu itu tidak bisa berbicara lagi.
Baru beberapa hari menempati rumah itu, sudah mulai terjadi kejadian-kejadian menyeramkan yang kebetulan hanya dialami oleh Jessica, sementara Ben yang masih kecil hanya bisa melihat tanpa bisa mendeskripsikan tentang "makhluk-makhluk" aneh yang dilihatnya...... Ron & Denise yang masih memiliki keraguan terhadap Jessica, awalnya tidak mempercayai apa yang diceritakan oleh Jessica. Mereka menganggap itu hanya upaya Jessica supaya mereka kembali ke Chicago.
Tapi lambat laun mulai kelihatan siapa "the bad guy" disini, dan apa yang menyebabkan rumah itu seakan-akan tidak menerima kehadiran keluarga Solomon. Overall, bintang 3 aja buat film ini. Karena walaupun berhasil membuat saya menjerit-jerit ketakutan, ceritanya standar aja. Akhir ceritanya rada nggantung menurut saya. Apalagi ada si agen real estate, tokoh yang nggak jelas diceritakan apa perannya di film ini.....
  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
1 film drama keluarga yang layak tonton......ceritanya mengenai konflik 3 generasi antara seorang nenek, anak & juga cucunya.Lindsay Lohan disini memerankan Rachel, seorang gadis remaja yang binal dan cenderung bersifat troublemaker. Ibu Rachel – Lily - diperankan oleh Felicity Huffman, dan artis senior Jane Fonda kebagian peran sebagai Georgia, sang nenek yang otoriter tapi bijaksana.
Cerita berawal ketika Lily memaksa putrinya Rachel untuk tinggal bersama neneknya di kota kecil Idaho. Keputusan ini dipicu oleh sifat Rachel yang sangat pemberontak melebihi kenakalan anak remaja lainnya, sedangkan rumah Georgia sendiri boleh dibilang adalah last place on earth yang ingin dikunjungi Lily karena ia merasa bahwa ia membenci sang ibu yang selalu menerapkan aturan-aturan yang ketat di rumahnya diantaranya adalah menjejalkan sabun batangan ke mulut kita apabila kita mengucapkan 1 kata yang dianggap tidak sopan..;)
Tinggal di rumah sang nenek yang penuh aturan ternyata tidak menghentikan kenakalan Rachel. Kecantikan dan sifat pemberontaknya mengguncang kota kecil tersebut. Tidak cukup Rachel menggoda dan sedikit memaksa seorang pemuda Mormon yang alim hingga usaha merayu seorang dokter terkemuka di kota itu yang ternyata pernah menjadi pacar ibunya.
Cerita memuncak ketika Rachel secara tak sengaja mengungkapkan satu rahasia besar tentang keluarganya pada sang dokter. Rahasia yang kemudian sampai ke telinga sang nenek pun akhirnya memaksa Lily untuk kembali ke Idaho untuk mengecek kebenaran cerita Rachel yang menyangkut keutuhan rumah tangga Lily juga.Disinilah kemudian terjadi pertengkaran-pertengkaran antara Nenek, Ibu dan Anak dengan kekerasan hati mereka masing-masing dan di tengah-tengah krisis inilah akhirnya ketiga wanita dari 3 generasi tersebut menjadi saling memahami satu sama lain dan akhirnya menjadi semakin dekat.
  Udah lama kepingin mampir kesini, baru weekend kemarin kesampaian...... Outlet ini menempati satu gedung sendiri di pinggir Jl Raya TB Simatupang (sederetan dengan Cilandak Town Square), memang besar sih, walaupun nggak sebesar outlet satu lagi yang berlokasi di Jl Raya Puncak. Untuk koleksinya (kalau menurut saya lho...) kurang bagus.....standar-standar aja, masih lebih bagus koleksi dari beberapa factory outlet lain di Jakarta. Tapi kalau yang mau cari kaos-kaos berbahan katun dengan ukuran extra extra large, boleh nih hunting disini. Koleksi kaosnya lumayan banyak. Kalau model mah standar model kaoslah ya...;) Kalau udah mampir kesini dan tenyata nggak menemukan baju yang cocok, tinggal jalan kaki aja kok ke Matahari Citos....;)   | Category: | Movies | | Genre: | Romance |
Starring :
Kamenashi Kazuya as Kanzaki Hiroto Ayase Haruka as Tsukioka Nao Tanaka Koki as Kusano Kou Hiraoka Yuta as Ayuta Toda Erika as Motomiya Yuuko
Its a reversed Cinderella story. A story of pure love between the son of a man who runs a ship repair factory surrounds with financial troubles and the well-bred daughter of a national jewelry chain store owner. A boy and a girl from highly different social backgrounds meet and fall in love. Their love, of course, faces a lot of obstacles.
The setting is in Yokohama, a modern port city known for its romantic atmosphere. Hiroto Kanzaki works hard every day and night for the survival of a small ship repair factory (inherited from his father) as well as the survival of his mother and younger brother, who are suffering from health problems. Living such an underprivileged life, Hiroto has forgotten how to smile. In contrast to him, Nao Tsukioka is the daughter of a popular jewelry shop owner in a fashionable street in Yokohama. She attends a prestigious exclusive women's college and grew up cheerful and blessed with affluent love. From the moment Hiroto meets her, his closed mind slowly opens up to Nao, who is so innocent that she utters whatever she thinks. Their three close friends, Yuuko, Ayuta and Kou , play an important role in their developing relationship. And just like another Cinderella story, this movie surely has a happy ending.
  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Pemeran :
Tomohisa Yamashita sbg Iwase Ken alias Kenzo Masami Nagasawa sbg Yoshida Rei Nana Eikura sbg Eri Oku Yuta Hiraoka sbg Mikio Enokido Gaku Hamada sbg Hisashi Tsurumi alias Tsuru Hiroshi Mikami sbg Peri (Yosei)
Awal nonton dorama ini saya agak under estimate, saya pikir bakalan nonton serial yang gampang ketebak endingnya, apalagi pakai ada tokoh peri dan tokoh utama yang bisa kembali ke masa lalu, tambah nggak selera nonton. Ternyata salah. Justru dorama ini menyuguhkan cerita yang beda dengan dorama-dorama lainnya. Ide yang segar dan lawas, dengan sentuhan bumbu cinta dan persahabatan bikin serial ini layak untuk ditonton.
Cerita utamanya memang nggak jauh-jauh dari soal cinta-cintaan. Ken Iwase alias Kenzo bersahabat sejak kecil dengan Rei Yoshida namun tidak bisa mengungkapkan perasaan hatinya. Walaupun sangat menyukai Rei dan keduanya selalu duduk bersebelahan di sekolah sejak masih kecil, Ken tidak pernah sekali pun menyatakan cintanya pada Rei. Kesempatan tersebut terlewati karena Ken selalu kehilangan keberanian saat berhadapan dengan Rei. Waktu terus berjalan hingga akhirnya Ken diundang menghadiri resepsi pernikahan Rei dengan Tada, mantan guru magang di SMA mereka yang akhirnya menjadi dosen Rei di kampus.
Pertunjukan slide di layar menceritakan kisah pertemuan kedua mempelai yang berakhir dengan pernikahan. Ken memandang ke layar, menyaksikan foto masa-masa indahnya bersama Rei diproyeksikan ke layar satu per satu. "Kalau saja aku bisa mengungkapkan perasaanku, aku mungkin bisa menikah dengan Rei....." sesal Ken dalam hati. Tiba-tiba muncul peri berpakaian ala pria Inggris yang bisa mengabulkan permintaan Ken asalkan diberi ebi furai (udang goreng berbalut tepung panir). Kata ajaib yang harus diucapkan oleh Ken adalah "Haleluya, Chance!" dan Ken bisa kembali ke masa lalu untuk mengubah nasibnya dengan mengubah masa lalu dan melamar Rei. Dimulai dari masa SMA hingga di bangku kuliah, episode demi episode penuh perjuangan dilewati Ken demi mendapatkan Rei.
Rei sendiri sebenarnya juga menyukai Ken, tapi tidak pernah secara terang-terangan menunjukkan perasaanya. Dan lama kelamaan sebal juga dengan respon Ken yang selalu menyebalkan setiap mereka berdua punya kesempatan untuk bicara. Akhirnya Rei berkenalan dengan Tada yang sedang kerja praktek menjadi guru SMA. Setelah lulus kuliah, Rei menerima lamaran Tada.
Persahabatan antara Ken, Rei, Eri, Mikio dan Tsuru digambarkan dengan indah disini. Bagaimana mereka saling mendukung di kala susah, kadang mereka bertengkar dan saling mencaci satu sama lain.....tapi pada akhirnya mereka selalu kembali bersama-sama. Di antara mereka berlima tokoh Mikio adalah favorit saya, gayanya yang cool enak sekali dilihat dan tampangnya sendiri lebih ganteng daripada Kenzo si tokoh utama.....;) Jadi, berminat nonton dorama ini???
  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Pemeran :
- Oda Yuji as Takamura Keita - Ueno Juri as Hirosi Eren
Dorama ini berkisah tentang kisah cinta 2 generasi, antara Takamura Keita (Oda Yuji), 40 tahun, dengan Hirosi Eren (Ueno Juri), 20 tahun. Pasangan unik ini berkenalan di arena pertandingan kickboxing, dimana Eren yang ekspresif dengan hebohnya memukuli Keita yang waktu itu duduk tepat di depannya. Dari sanalah kisah cinta ini dimulai.
Keita yang serius menjalin hubungan dengan Eren akhirnya melamarnya, dan mereka berdua pergi ke Prancis untuk mengenalkan Keita kepada orangtua Eren yang tinggal disana. Apa yang terjadi? Ternyataaaaaaaaaa........Ibu kandung Eren adalah mantan pacar Keita sewaktu kuliah dulu! Keita bak disambar geledek mendapat kenyataan ini. Hirosi Rie sang Ibu kandung Eren ternyata sudah mengetahui hal ini sejak lama, tetapi dia percaya kepada Keita sehingga tidak mempermasalahkan hal ini. Masalahnya, apakah Eren bisa menerima kenyataan bahwa lelaki yang akan dinikahinya adalah mantan pacar ibunya tercinta? Dengan kondisi tidak mengetahui hubungan Ibunya dengan kekasihnya dimasa lalu, akhirnya Eren menikah dengan Keita di Prancis. Setelah menikah mereka kembali ke Jepang dan hidup bahagia disana. Keita yang sudah kembali tenang dan berpikir bahwa toh akan jarang berhubungan dengan bekas pacar alias ibu mertua kembali disambar geledek ketika mendapati Ibu sang istri suatu hari menerobos masuk ke rumah mereka. Ada apa gerangan? Ternyata Ibu Eren sedang mengalami konflik dalam rumah tangganya dan memutuskan kabur ke Jepang untuk tinggal sampai jangka waktu tidak terbatas di rumah anak sulungnya, Eren.... Hehehehe.....kebayang dong gimana gondoknya Keita & Eren......newlywed yang direcokin dengan kehadiran sang Ibu yang selalu mau tau dan ikut campur urusan mereka.......;)
Belum selesai 1 permasalahan, datang lagi masalah baru. Ada krisis manajemen di kantor Keita yang memaksa Keita mengundurkan diri dari pekerjaannya. Perjuangan Keita untuk mendapatkan pekerjaan kembali, menyembunyikan hubungan masa lalunya dari sang istri menjadi point utama dari dorama ini.
Komentar saya? Harus ditonton! Ceritanya beda dengan dorama-dorama lain dan chemistry Oda Yuji & Ueno Juri terasa sekali di serial ini. Tokoh Keita yang ngemong dan bijaksana klop banget dengan sifat Eren yang manja dan kekanak-kanakan. Latar belakang filmnya juga bagus, saya nggak tau apakah setting Prancis di film ini betul-betul diambil disana atau tidak, tapi yang pasti serial ini menyuguhkan banyak pemandangan indah.
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | American | | Location: | Malioboro Mall, Yogyakarta |
Jauh-jauh ke Yogya, makannya di Kafe Excelso juga….hehehehe…..ini udah saking bingungnya mutusin mau makan apa. Karena memang belum lapar-lapar amat saya nggak ada ide mau makan apa, begitu juga Misua. Akhirnya mendaratlah kita di Kafe Excelso di lantai 1 Malioboro Mall. Kebetulan pas lagi ada diskon 50% dari Bank Mandiri, tambah mantap aja mendaratkan kaki kesini…;)
Dengan kondisi perut yang belum begitu lapar, kayaknya sih menu yang dipesan cukup berat juga…..soalnya gambar yang ada di menu dengan porsi aslinya, jauh lebih buanyak aslinya……jadilah kita berdua nongkrong di kafe ini sampai 2 jam berusaha menghabiskan pesanan kita…..
Menu yang kita pesan adalah 1 Frappio Cookies & Cream, 1 Iced Caramel Cappucino, 1 porsi Salad Chefs & 1 porsi Excelso Sampler. Iced Caramel Cappucino-nya enak, pas campurannya. Tapi Frappio Cookies 7 Creamnya terlalu manis buat lidah saya. Untuk makanannya, Salad Chefs itu ternyata porsinya buanyakkkk….kalau makan sendiri sih mblenger juga. Isinya kumplit : tuna, sliced beef, cheese and egg on garden greens disiram dengan Excelso’s home-made Thousand Island dressing. Untuk menu Excelso Sampler, nah….ini lebih “nendang” lagi, disajikan dalam keranjang kecil isinya adalah chicken fillet, cuttlefish ball, chicken sausages and french fries. Yummy deh pokoknya….
Total jendral “kerusakan” dompet untuk makan siang di kafe ini adalah Rp67.100,- (setelah diskon 50% kalau bayar pakai kartu Mandiri). O iya, promo Mandiri Cuma sampai 31 Desember 2007 lho, jadi kalau mau icip-icip buruan ya…..
Ini daftar lokasi Excelso di Jakarta (kalau mau cek lokasi di kota lain bisa klik ke www.excelso-coffee.com) :
- Blok M Plaza Lt. 1 Telp. (021) 720 9050 - Cilandak Town Square Ground Floor # 17-19 Telp. (021) 7592 2554 - Kelapa Gading Mall 2 Lt.2 # 301 Telp. (021) 452 9601 - Kelapa Gading Mal 3 Ground Floor # G60 Telp. (021) 4585 3650 - Plaza Indonesia Basement # 61A Telp. (021) 3192 7059 - Mega Mal Pluit Lt.1 # 80 Telp. (021) 668 4119 - Wisma Dharmala Sakti Lobby Area Telp.(021) 570 4013 - Menara Bidakara Lobby Area Telp. (021) 8379 3040 - Senayan City Lower Ground Floor # L-20 Telp. (021) 7278 1187
  | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Tetsuko Kuroyanagi |
Buku ini pertama kali diterbitkan di Jepang pada tahun 1981, sedangkan yang saya baca adalah terbitan Gramedia Juni 2007 yang merupakan cetakan ke 13 sejak pertama kali dicetak oleh Gramedia pada tahun 2003. Kebayang kan gimana larisnya buku ini?Dulu saya nggak begitu berminat membaca buku ini, saya pikir hanya sekedar cerita sederhana mengenai seorang anak kecil. Ternyata saya salah. Cerita yang disajikan memang sederhana, tapi isinya mengandung sejuta makna. Buku ini ternyata merupakan kisah nyata, bagian dari perjalanan hidup seorang Tetsuko Kuroyanagi alias Totto-chan.
Buku ini diberi judul Gadis Kecil di Jendela karena kesukaan Totto-chan untuk berdiri di jendela kelasnya, dari sana dia dapat melihat segala sesuatu yang terjadi diluar sana. Bangku resminya sendiri nyaris tidak pernah didudukinya. Karena ”kebandelannya”, Totto-chan dikeluarkan dari sekolah pertamanya. Kemudian sang Ibu memasukkannya ke sekolah lain bernama Tomoe Gakuen, yang dipimpin oleh Sosaku Kobayashi. Bapak Kepala Sekolah yang bijaksana inilah yang menemukan sisi asli Totto-chan yang kreatif, pintar dan setia kawan, bukan sebagai anak nakal sebagaimana dinyatakan oleh Guru Totto-chan di sekolah yang lama.
Tomoe Gakuen sendiri adalah sebuah sekolah unik yang didirikan di Jepang pada tahun 1937. Sekolah ini “bertempat” di dalam rangkaian gerbong kereta api yang sudah tidak digunakan lagi, dikeliling oleh tanah yang luas dan juga kolam renang. Disini diterapkan cara belajar yang unik, berbeda dengan sekolah lain pada umumnya. Di awal jam pelajaran Guru akan membuat daftar soal dan pertanyaan tentang pelajaran hari itu. Murid-murid boleh memilih urutan mata pelajaran sesuai keinginannya. Bila mengalami kesulitan, mereka boleh berkonsultasi dengan guru kapan saja. Dalam satu ruangan kelas setiap murid memiliki aktifitas yang berbeda-beda sesuai keinginannya. Bagi yang suka menggambar akan mulai dengan menggambar, murid yang suka fisika akan memulai harinya dengan menggeluti alat-alat laboratorium. Alhasil sekolah menjadi tempat yang menyenangkan. Disamping menyenangkan, metode mengajar tersebut membuat murid-murid merasa dihargai, dan diberi kebebasan memilih sehingga keberanian mengambil keputusan akan berkembang. Bahkan untuk bekal makan siang murid, sekolah menerapkan aturan yang unik : setiap siswa setiap hari harus membawa “ sesuatu dari gunung dan sesuatu dari laut “. Artinya? Pokoknya gizi yang seimbang deh intinya…;)
Totto-chan mendapat banyak pelajaran berharga dari sekolah yang terbakar pada saat Perang Dunia 1945 ini. Pada saat itu dia memang belum memahami apa saja yang telah dipelajarinya dari Tomoe Gakuen, tapi pada saat dewasa dia menyadari bahwa apa yang telah didapatnya selama bersekolah di Tomoe Gakuen adalah hal-hal paling beharga dan bermanfaat yang pernah didapatnya seumur hidupnya.
Alur cerita yang menarik yang dibumbui dengan kepolosan seorang Totto-chan dan pembagian buku menjadi bagian-bagian cerita yang panjangnya kebanyakan kurang dari 4 halaman, membuat buku ini enak dibaca dan mudah dimengerti, termasuk bagi anak-anak. Susunan buku yang mirip sekumpulan cerita pendek, ditulis secara kronologis, namun dapat dibaca terpisah, sangat memudahkan pembaca yang hanya memiliki sedikit waktu luang. Jadi.......ayoooo...dibeli atau pinjam bukunya.....dijamin nggak nyesel deh.....;)
  | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | Audrey Niffenegger |
Awal-awal membaca novel setebal 616 halaman ini terus terang aja saya bingung. Alur cerita yang maju mundur bikin saya agak keder juga. Tapi setelah melewati bagian-bagian yang rumit, bisa dinikmati juga kok novel ini…;)
Berkisah tentang Henry De Tamble yang karena factor genetic memiliki ”kelebihan sekaligus kekurangan” yaitu bisa menjelajahi waktu. Ia bisa secara tiba-tiba menghilang dan muncul di tempat yang tak dikenalinya baik ke sepuluh tahun yang lalu ataupun ke sepuluh tahun yang akan datang. Di saat Henry berpindah-pindah waktu inilah ia bertemu dengan Clare Abshire, anak perempuan berusia 6 tahun yang tinggal di Michigan, dan terjalinlah kisah cinta yang indah hingga ajal memisahkan mereka. Masalah timbul, karena saat usia Henry maju-mundur sesuai lokasinya di dalam waktu, usia Clare bertambah terus dengan normal.
Mengharukan, lucu dan membuat emosi naik turun membaca novel ini. Perjuangan Henry & Clare dalam menjalani kehidupan perkawinan mereka sangat menyentuh hati saya, apalagi perjuangan Clare untuk mendapatkan anak dari Henry….sampai beberapa kali keguguran dan kehilangan bayi dilakoninya, karena dokter memang sudah memvonis bahwa kondisi fisik Clare tidak memungkinkan mereka berdua untuk memiliki anak.
Yang saya nggak suka hanya endingnya.....biasaa…saya kan selalu mengharapkan cerita yang happy ending, sementara novel ini benar-benar menawarkan cerita yang mengharu biru. Jadi untuk ya belum baca, ya dinikmati sajalah saat membaca novel ini, dan saran saya, jangan disambi-sambi bacanya…..kalau bisa dibaca sekaligus sampai tamat kalau nggak mau kehilangan orientasi….;)
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | American | | Location: | Jakarta-Bandung-Surabaya-Depok-Bali |
Daily Bread identik dengan produk rotinya, tapi yang mau saya review kali ini justru bukan rotinya….tapiiii….spaghetti bolognesenya yang endang surendang alias uenak banget….
Saya & Misua punya selera makan yang bertolak belakang, secara selera makan saya rada ekstreme dan selera suami yang taunya enak sama nggak enak……(as a sample…sashimi itu buat saya uenak buanget…buat Misua??? Hmhh…..bisa bikin dia nggak doyan makan seharian waktu nyobain...hehehehe…..) Tapi untuk spaghetti bolognese ala Daily Bread ini entah kenapa kita bisa punya komentar yang sama, dibandingkan dengan produk spaghetti ala restaurant Italia sekalipun rasanya spaghetti yang satu ini masih menang kemana-mana deh….
Ramuannya sendiri menurut saya standar ramuan spaghetti, isinya spaghetti, daging cincang & keju plus bumbu-bumbu lain yang jangan harap saya bisa jelasin disini secara keahlian masak saya skala 2 dari 10…;)) Porsinya juga lumayan, bisa buat berdua kalau nggak lagi laper-laper amat. Yang istimewa, daging cincangnya itu lho…..entah gimana cara masaknya yang pasti rasanya gurih, bumbunya meresap banget. Pokoknya dengan harga 32 ribu seporsi layak dicoba deh buat yang maniak spaghetti…….
Yang domisilinya di Jakarta, silahkan datang ke alamat-alamat dibawah ini kalau mau nyobain….
• Kemang 88 Plaza Jl. Kemang Raya 86-88. • WTC Main Lobby WTC Building. Jl. Jend. Sudirman Kav.29-31 Jakarta 12920. • CITOS 3rd Floor. Jl. TB Simatupang Kav.17 Cilandak Barat Jakarta 12430. • Chase Plaza Ground Floor. Jl. Jend. Sudirman Kav.21 Jakarta 12910. • Rice n Co Menara Danamon P1. Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. V-4/6 Mega Kuningan Jakarta 12950. • Dayberries Wisma Metropolitan 2, Ground Floor. Jl. Jend. Sudirman Kav.29-31 Jakarta 12920. • Ranch Market PI Jl. Iskandar Muda 21 Plaza Toys 'R' Us Arteri Pondok Indah Jakarta 12310. • JBK Villa Kemang Club Hero Kemang Jakarta Selatan. • BRI II Building Suite CP 104, Center Park. Jl. Jend. Sudirman Kav.44-46 Jakarta 10210. • JSE Building Tower 1 1st Floor. Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190. • Setiabudi Building 1st Floor. Jl.HR. Rasuna Said Kav.62. Jakarta 12920. • Sentra Mulia Building Jl.HR. Rasuna Said Kav. X-6 No.8 Jakarta 12940. • Menara Rajawali Ground Floor Jl.Mega Kuningan Lot 5.1 Kawasan Mega Kuningan. Jakarta 10310. • Deutsche Bank Building 1st Floor Annex, Jl. Imam Bonjol No.80 Jakarta 10310. • Mall Pondok Indah 2nd Floor Jl.Metro PI, Blok III B. Pondok Indah Jakarta Selatan
Btw, foto diatas nggak begitu "indah"...soalnya spaghetinya belum dikasih saos sambal.......buat bekel perjalanan pulang soalnya.....;)   | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Pemeran :
Shaku Yumiko - Tsukiyama Kayo Sakai Masato - Kataoka Wataru Ikeda Tetsuhiro - Kataoka Osamu Kaname Jun - Kataoka Satoshi Hongo Kanata - Kataoka Hinata
Hanazono Yuriko adalah seorang penggambar manga (komik) paling populer seantero Jepang. Walaupun sangat terkenal, tapi tidak ada yang mengetahui tentang kehidupan pribadi sang penggambar manga ini. Sampai suatu saat seorang gadis bernama Tsukiyama Kayo ditugaskan oleh tempatnya bekerja untuk menjadi editor bagi manga yang sedang dikerjakan oleh Hanazono Yuriko.
Ternyata, Hanazono Yuriko yang selama ini dikenal sebagai seorang wanita, aslinya adalah 4 orang kakak beradik yang kesemuanya pria dengan karakter yang berbeda-beda.... Si sulung Kataoka Wataru – kalem, hobi melukis & bertugas menggambar latar belakang untuk komik-komik karya mereka, Kataoka Osamu – anak kedua yang temperamental, nggak tahan lapar & moody merupakan ”tokoh utama” dibalik karya-karya Hanazono, yang ketiga adalah Kataoka Satoshi – pria flamboyan yang bertugas sebagai manajer bagi mereka semua, dan si bungsu Kataoka Hinata – pendiam dan kaku sifatnya, dialah penulis skenario untuk komik-komik Hanazono. Tsukiyama yang sama sekali tidak mengenal karya-karya 4 bersaudara ini, secara mendadak harus sering berinteraksi dengan mereka. Tugas sebagai editor pun melenceng jauh menjadi seorang pembantu umum.
Tsukiyama & Kataoka bersaudara adalah titik sentral dorama 11 episode ini. Usaha-usaha mereka untuk menutupi identitas asli Hanazono digambarkan dalam adegan-adegan yang tidak membosankan. Begitu juga cinta segitiga antara Tsukiyama, Wataru & Satoshi, menjadinsalah satu daya tarik serial ini. Dorama ini memang komplit, tidak hanya menyuguhkan drama hubungan persaudaraan, tapi juga dibumbui dengan beberapa adegan-adegan lucu. Theme songnya juga bagus, kalau nggak salah, judulnya adalah Baby Don’t Cry yang dinyanyikan Amuro Namie.
  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Cast: Norika Fujiwara Yu Yamada Hiroyuki Miyasako Seiichi Tanabe
Bercerita tentang wanita-wanita cantik yang selalu saja jatuh cinta kepada pria yang “salah”, mulai dari pria playboy, anak mami, pelit, narsis, materialistis, ringan tangan…you named it…
Maria Oizumi (Noriko Fujiwara) seorang wanita berusia 30 tahun, sekretaris senior di suatu perusahan besar, Takami Natsu ( Yu Yamada), rekan kerja Maria yang berusia lebih muda, cantik tapi materialistis. Keduanya berpacu dengan waktu untuk mencari cinta, dan sesuai dengan judul film ini, mereka selalu “terlibat” dengan pria-pria pecundang.
2 tokoh utama pria di dorama ini adalah Hitotsubashi Bruce (Hiroyuki Miyasako) dan Oyama Sei (Seiichi Tanabe). Keduanya termasuk di dalam jenis pria-pria pecundang tersebut, dan herannya mereka selalu saja diburu dan dipuja-puja wanita. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, mereke menyadari kekurangan mereka masing-masing dan berusaha untuk memperbaikinya.
Tidak ada yang special dari dorama yang diangkat dari serial manga ini, saya lebih tertarik memperhatikan baju-baju kerja yang dipakai oleh Maria dan rekan-rekan kerjanya…bagus-bagus euy…;) Untuk mengisi waktu senggang ya lumayanlah..apalagi untuk penggemar dorama. Walaupun jalan ceritanya biasa banget dan mudah ditebak endingnya.
  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Starring: Kim Hyang-Gi, You Seung-Ho Directed by: Park Eun-Hyung
Ini dia film yang saya & Misua tonton weekend kemarin…..tayang di Celestial Movies-nya Indovision. Film keluarga produksi Korea yang ceritanya sangat sederhana, tapi benar-benar menyentuh….sampai netes airmata nontonnya….
Bercerita tentang 2 bersaudara, Chan dan adik perempuannya Son-I. Setelah ditinggalkan oleh Ibu kandungnya, mereka hidup bersama dengan paman & bibinya yang pada akhirnya meninggalkan mereka juga untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Chan yang masih bersekolah mengurus sendiri adik kecilnya yang lucu itu. Chan sangat menyayangi adiknya ini, sampai-sampai ketika adiknya menginginkan seekor anjing sebagai hadiah ulang tahun, Chan nekad mendapatkannya dengan cara mencuri anjing ini dari pemiliknya. Anjing ini kemudian dinamai “Hearty”.
Bertiga mereka menjalani hari demi hari dengan bahagia. Banyak adegan lucu disini, apalagi antara So-i yang polos dengan Hearty yang penurut. Sampai suatu ketika, tragedi itupun terjadi, So-i tewas dalam suatu kecelakaan pada saat ingin menyelamatkan Hearty yang tenggelam dan Chan yang tidak mampu menyelamatkan adiknya menjadi amat sangat membenci Hearty sejak saat itu.
Cerita tentang Chan dan Hearty dimulai disini, bagaimana perjuangan Chan dalam menemukan Ibu kandungnya, bagaimana setianya Hearty untuk terus mengikuti dan menjaga Chan walaupun Chan sudah amat sangat membencinya.....dan bagaimana pada akhirnya Chan bisa memaafkan Hearty yang sudah rela berkorban untuknya.
  | Category: | Movies | | Genre: | Mystery & Suspense |
Starring : Patrick Wilson, Ellen Page Director : David Slade
Suka chatting? Kenalan sana-sini via internet? Hati-hati.......nanti ngalamin seperti film ini lho....ngeriiiii.....
Jeff Kohlver (Lensman319) berkenalan dengan Hayley Stark (Thonggrrrrrl14) via chatting di internet. One thing leads to another sampai mereka memutuskan untuk kopi darat alias bertatap muka langsung. Hari dan waktu ditentukan, dan bertemulah mereka di sebuah coffee shop. Chit chat mereka ternyata nyambung, sampai akhirnya Hayley meminta Jeff memotretnya untuk koleksi pribadi. Pergilah mereka ke rumah Jeff, dan disinilah ketagangan dimulai……
Hayley yang berwajah lugu dan bersikap polos ternyata tidak selugu itu, dia mempunyai “agenda” tersembunyi terhadap Jeff. Haley mencampur suatu obat ke dalam minuman Jeff yang membuat Jeff merasa pusing dan akhirnya terkapar…. Ketika sadar, Jeff mendapati dirinya sudah dalam keadaan terikat di kursi dan Hayley mulai menginterogasinya. Hayley menuduh Jeff telah membunuh sahabatnya yang pada saat terakhir hidupnya diketahui ia sedang berada di rumah Jeff untuk menjalani sessi foto. Sahabat Hayley tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu.
Jeff menyangkal tuduhan ini. Hayley yang bersikeras bahwa Jeff adalah seorang pedophile & pembunuh melakukan aksi brutal yaitu “mengoperasi” Jeff’s balls (you know what I mean…hehehehe…) Jeff yang dalam kondisi lemah & tidak berdaya tidak mampu mencegah Hayley untuk melaksanakan niatnya.
Film ini total hanya dibintangi oleh 5 pemain, 3 diantaranya hanya tampil sekelebat saja. Patrick Wilson & Ellen Page mendominasi film ini dari awal hingga akhir. Untuk ukuran film yang mayoritas berisi dialog antara 2 pemainnya, film ini sama sekali tidak membosankan. Unsur ketegangan tidak pernah hilang sampai akhir film. Endingnya pun unpredictable......
  Mulai pakai pembersih wajah ini sejak tahun 2004, atas resep dari dokter kulit di RS Pondok Indah. Kebetulan waktu itu keluhan saya, kulit muka sering terkelupas dan ternyata ketauan kalau kulit muka saya kena eksim bayi...(serem yak namanya...hehehe) which kata dokternya udah bawaan dari bayi dan nggak akan bisa hilang. That’s why kulit muka saya kadang-kadang sering terkelupas seperti ganti kulit, walaupun nggak parah, tapi agak mengganggu juga karena saya harus sering2 ngolesin krim pelembab ke kulit yang terkelupas.
Produk ini 100% tidak mengandung sabun, dan kadar pH-nya 5,5 aja. Di wajah juga terasa enak banget kalau habis cuci muka. Untuk ukuran pembersih wajah yang dipakai harian, harganya relatiflah....nggak bisa dibilang murah, tapi nggak terlalu mahal juga, karena irit banget kok pemakaiannya. Satu tetes sebesar ujung kelingking aja udah total bersihin wajah. Kalau dipakai mandi, nah...baru deh jatuhnya mahal.....karena pembersih ini memang bisa juga dipakai sebagai sabun mandi cair.
Berminat mencoba?
  | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Pemeran :
• Yukie Nakama : Oboro • Jô Odagiri : Gennosuke • Tomoka Kurotani : Kagero • Erika Sawajiri : Hotarubi
Film ini bercerita tentang perang antara dua klan ninja terkuat di Jepang pada zaman kekuasaan Tokugawa Ieyasu, sekitar abad 17 (1600 M). Dua klan ninja ini, Iga (Tsubagakure) dan Kouga (Manjidani) , masing2 memiliki pendekar2 yang kemampuannya di luar nalar manusia biasa, misalnya, membunuh hanya dengan menatap mata lawan, atau meniru wajah seseorang hanya dengan menyentuh wajah orang tersebut, mencium seseorang hingga mati, dll. Mereka tinggal di daerah yang berdekatan, , Iga (Tsubagakure) tinggal di dataran rendah dan Kouga (Manjidani) tinggal di dataran tinggi. Kedua klan ini sudah sejak lama bermusuhan satu sama lain, tapi masing-masing berusaha tidak mengganggu untuk menghindari perselisihan yang lebih jauh.
Khawatir kekuatan 2 klan ini akan menjadi ancaman serius bagi kekaisaran, Pendeta Tenkai membujuk kaisar untuk menggelar kontes yang menentukan klan mana yang lebih kuat dengan kata lain kedua klan ini akan diadu domba.Tiap klan dipersilahkan memilih 5 jagoan terbaik yang mereka miliki dan berduel dengan lawannya dari klan lain sampai mati. Rencana si Tenkai licik ini sebenarnya ingin menghabisi kedua klan serta menghancurkan desa tempat mereka tinggal. Things get complicated karena diam-diam, 2 pemimpin dari masing-masing klan Oboro (Klan Iga) dan Gennosuke (Klan Kouga) menjalin cinta rahasia (halah….bahasa gw…)…. Bahkan mereka sudah menikah secara diam-diam. Tragisnya, di akhir cerita nanti mereka harus saling berhadapan untuk membela klan masing-masing.
Dari dulu saya memang suka cerita-cerita pendekar-pendekar Jepang ini, seperti juga film The Last Samurai. Sayang saya nonton Shinobi dalam bentuk VCD, kalau dalam format dvd pasti gambarnya lebih bagus, soalnya pemandangan di film ini indah sekali.....
  There are several types of basic brushes in this product such as Face & Body Brush, Retractable Blusher Brush, Blusher Brush, Foundation Brush, Smudger Brush, Slanted Brush, Eyeshadow Brush, Eyeshadow Blender, Rectractable Lip Brush, Lipstick / Concealer, Line Softener and Eye & Lash Comb. I collect them all, using it everyday and satisfied.
The Body Shop calling it as their award winning make-up brushes, of which they are justifiably proud, are made without using a single animal hair. And I do believe. This product is excellent. The Body Shop use recycled aluminium on their handle. The brush design is very ergonomic. Their handle is so unique, slim in the middle and chubby at the end. Very comfortable and easy on my hand. The brush its self just silky-soft on my skin. It doesn’t scratch my skin at all and very easy to blend.
Why I rate this product with only 4 stars? Because the packaging. Most of them don’t have a cap to cover the brush. Only Retractable Blusher Brush and Rectractable Lip Brush come with a good pacakage so they easily keep at my cosmetic bag.
Foto diambil dari : www.thebodyshopinternational.com
  Lokasi : Jln. Pangeran Antasari No 39B, Cipete, Jakarta Selatan Telepon : (021) 7506587 - 75912219
Setelah si Mbak kembali dari liburan di kampungnya, giliran saya untuk memanjakan diri. Diputuskan untuk mengambil paket di Bale-bale Antasari. Kenapa disini? Karena sebelumnya udah pernah kesini juga dan servicenya cukup oke, disamping itu ditambah juga dengan lokasinya yang strategis di pinggir Jln Raya Antasari, harganya yang reasonable & suasana tempatnya yang nyaman. Ladies only juga, jadi nggak merasa rikuh kalau sedang berkeliaran di dalam dengan menggunakan kemben...;)
Bale-bale menyediakan service satuan dan service dalam bentuk paket, mulai paket A-1 sampai paket E. Range harganya untuk satuan mulai dari Rp3500 sampai Rp160.000. Untuk paket, mulai dari Rp180.000 sampai dengan Rp375.000. Selain itu ada juga paket pengantin, yang berlaku selama 3 bulan sejak kita mendaftarkan diri. Untuk memanjakan diri rame-rame bareng sahabat juga bisa kok, ada paviliun khusus yang bisa kita booking.
Paket yang saya ambil Sabtu kemarin adalah paket B-2 yang terdiri dari lulur/body scrub, mandi susu/bubble bath, aromatherapy massage, creambath & semi hairblow. Diluar paket itu, saya nambah totok wajah komplit pakai masker & ekstra body massage selama 30 menit. Paket ini sudah cukup lumayan untuk membalas dendam atas remuk redamnya badan saya selama ditinggal si Mbak pulang kampung selama 2 minggu...hehehe.....
Perawatan dimulai jam 08.30 dengan lulur green tea, yang ngelulur namanya Mbak Tum. Kira-kira 1 jam, dilanjutkan dengan bubble bath sekaligus bilas yang lamanya 20 menit. Lanjut lagi dengan aromatherapy massage, saya pilih Frangipani oil untuk perawatan ini, wanginya wangi bunga yang enak banget ditambah pijatan Mbak Tum yang oke banget walhasil tertidurlah saya dengan sukses pada sessi pijat ini. Sambil dipijat, wajah saya ditotok oleh Mbak Yuni. Sama nih dengan Mbak Tum, pijatannya di wajah juga enak banget. Selesai totok, wajah dilulur dengan masker bengkoang. Setelah massage & totok wajah selesai, dilanjutkan dengan creambath kemiri diakhiri dengan semi hair blow alias blow setengah kering. Total jendral saya menghabiskan waktu hampir 5 jam di Bale-bale. Lama tapi puasss....
Kenapa cuma bintang 4? 1. Kuku-kuku Mbak-mbak yang mijet agak panjang, jadi terasa agak sakit kalau kena langsung di kulit, 2. Waktu bubble bath, air yang disiapkan di bath tub panas banget, jadi nggak bisa langsung berendam, mesti nambahin air dingin dulu, 3. Degung Sundanya nggak terdengar ke lantai 2, padahal itu menambah suasana relax lho buat saya, 4. Mbak yang ngeblow saya nggak tau kalau semi blow udah masuk di paket jadi saya disuruh bayar lagi yang akhirnya sih dibatalin karena ternyata memang udah termasuk di paket.
Overall, layak dikunjungi kok tempat ini. Selain di Antasari, Bale-bale juga ada di Perumahan Taman Gandaria Blok C 16-17, Trlp 7253326 – 7244203. Kata Mbak Tum sih, yang di Gandaria ini jauh lebih besar tempatnya dibanding yang di Antasari. Kalau mau ambil paket perawatan di weekend, better make reservation first. Biasanya rame banget.
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jln. Darmawangsa Raya 10C, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp : (021) 7245866 |
Lokasi rumah makan ini strategis, tidak jauh dari Grand Wijaya Centre dan sederetan dengan Sanatorium Dharmawangsa. Interior rumah makannya agak beda dengan rumah makan biasa, karena terdiri dari kursi-kursi panjang yang ditata rapi. Di malam hari suasananya enak, serasa nggak di Jakarta...apalagi kalau habis hujan. Dingin-dingin makan bakmi rebus plus minuman hangat.....enaknyaaa......
Seingat saya, waktu awal-awal saya sering makan disini rasa Bakmi Jogja ini jauh lebih enak daripada sekarang. Begitu juga porsinya, jauhhh lebih banyak. Favorit saya adalah Bakmi Rebus Komplit, dengan ayam, ampela, uritan & ati ditambah segelas air jeruk peras hangat....slurrrppp..... Tapi Jumat kemarin saya kesana agak kecewa, rasa bakmi rebusnya kok anyep, kurang gurih.....saya nggak jago masak sih...jadi nggak bisa mendeskripsikan juga apa yang kurang kemarin, pokoknya anyep aja rasanya.
Buat yang lidahnya selera Jawa, ya dicoba aja ya makan disini. Moga-moga cuma lidah saya aja yang lagi error kemarin..;) Selain bakmi rebus & goreng, disini juga menyediakan menu lain seperti Magelangan, Ayam Kluyuk, Capcay, Kwetiau, Tahu Campur, Nasi Goreng dan masih banyak lagi. Untuk minuman, standar aja mulai dari teh tawar, aneka juice, teh poci sampai soda susu. Harga juga terjangkau banget kok, kemarin saya berdua Misua makan disana dengan menu 2 porsi bakmi rebus, jeruk nipis hangat dan teh tawar menghabiskan Rp29.000 saja.
  | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Andrea Hirata |
Kisah tentang persahabatan sejati 10 anak SD Muhammadiyah di pelosok Pulau Belitong…..Ikal, Lintang, Mahar, Trapani, Sahara, Samson, Syahdan, Kucai, Akiong & Harun. Karakter mereka yang beragam membuat novel ini jadi “berwarna”, Lintang yang super duper jenius, Mahar sang seniman eksentrik yang imajinatif, Syahdan yang terobsesi jadi aktor, Kucai yang ambisius, Samson yang gagah perkasa, Sahara, the one and only female yang jutek, Akiong yang sering nervous, Trapani si tampan, Harun yang childish, dan Ikal alias Andrea Hirata sang pengarang novel ini. Merekalah yang disebut “Laskar Pelangi”, nama yang secara tidak sengaja ditemukan oleh Ibunda Guru mereka, Bu Mus karena kesenangan 10 orang muridnya ini memandangi pelangi yang mereka nikmati dari atas pohon Filicium di sekolah mereka.
Sekali membaca novel setebal 534 halaman ini, dijaman nggak akan meletakkannya kalau belum mencapai halaman terakhir. Seperti saya yang akhirnya ke kamar mandipun membawa-bawa buku ini. (Buat saya) Andrea Hirata mengisahkan masa kecilnya dengan sempurna. Lepas dari apakah semua yang ditulis di novel ini adalah kisah nyata atau sudah dibumbui dengan fiksi.
Yang pasti novel ini menyampaikan banyak nilai kehidupan yang sekarang sudah sangat sulit kita temukan seperti kesederhanaan seorang guru bernama Ibu Mus dan perjuangan seorang Lintang menempuh jarak 80 km dengan sepeda untuk menuntut ilmu. Kisah cinta malu-malu kucing antara Ikal & seorang gadis keturunan Cina juga membumbui novel ini, kisah masa kecil yang bisa jadi juga pernah kita alami sendiri. Kejadian lucu seperti saat Mahar “mengerjai” sahabat-sahabatnya dengan menyuruh mereka memakai kalung yang sudah diolesi getah pohon aren yang berakibat sangat luar biasa, juga menjadi unforgettable part dari novel ini.
Moral of the story : diperlukan keteguhan, ketekunan, keinginan kuat dan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Keterbatasan yang dimiliki, tetap akan menumbuhkan kebahagiaan bila dimaknai dengan keihlasan berkorban untuk sebanyak-banyaknya memberi, bukan menerima. Kita juga dihadapkan pada kenyataan bahwa nun jauh disana banyak manusia dengan segala keterbatasannya, yang sangat menghargai pendidikan. Jangan pernah menyia-nyiakannya bagi kita yang bisa mendapatkannya dengan mudah.
*** Masa kecil selalu indah untuk dikenang. Tanpa disadari apa yang kita alami di masa kecil akan membentuk kita pada hari ini. Apa yang kita lakukan hari ini, bagaimana cara pandang hidup kita terhadap hidup ini, semua terbentuk saat masa kecil kita ***

| |