lyNdra's posts with tag: dorama

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dorama
Link: http://www.doramalover.com

Buat yang tergila-gila dengan dorama buatan Jepang, situs ini WAJIB dikunjungi.
Selain memuat sinopsis-sinopsis dari dorama-dorama teranyar, situs ini juga menjual koleksi dorama yang lumayan lengkap (sementara masih dalam format vcd).
Sooo.....happy surfing....;)

ReviewReviewReviewTatta Hitotsu no Koi : Just One LoveJan 1, '08 6:58 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romance
Starring :

Kamenashi Kazuya as Kanzaki Hiroto
Ayase Haruka as Tsukioka Nao
Tanaka Koki as Kusano Kou
Hiraoka Yuta as Ayuta
Toda Erika as Motomiya Yuuko

Its a reversed Cinderella story. A story of pure love between the son of a man who runs a ship repair factory surrounds with financial troubles and the well-bred daughter of a national jewelry chain store owner. A boy and a girl from highly different social backgrounds meet and fall in love. Their love, of course, faces a lot of obstacles.

The setting is in Yokohama, a modern port city known for its romantic atmosphere. Hiroto Kanzaki works hard every day and night for the survival of a small ship repair factory (inherited from his father) as well as the survival of his mother and younger brother, who are suffering from health problems. Living such an underprivileged life, Hiroto has forgotten how to smile. In contrast to him, Nao Tsukioka is the daughter of a popular jewelry shop owner in a fashionable street in Yokohama. She attends a prestigious exclusive women's college and grew up cheerful and blessed with affluent love. From the moment Hiroto meets her, his closed mind slowly opens up to Nao, who is so innocent that she utters whatever she thinks. Their three close friends, Yuuko, Ayuta and Kou , play an important role in their developing relationship. And just like another Cinderella story, this movie surely has a happy ending.


ReviewReviewReviewReviewProposal Daisakusen : Operation LoveDec 26, '07 5:41 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Pemeran :

Tomohisa Yamashita sbg Iwase Ken alias Kenzo
Masami Nagasawa sbg Yoshida Rei
Nana Eikura sbg Eri Oku
Yuta Hiraoka sbg Mikio Enokido
Gaku Hamada sbg Hisashi Tsurumi alias Tsuru
Hiroshi Mikami sbg Peri (Yosei)

Awal nonton dorama ini saya agak under estimate, saya pikir bakalan nonton serial yang gampang ketebak endingnya, apalagi pakai ada tokoh peri dan tokoh utama yang bisa kembali ke masa lalu, tambah nggak selera nonton. Ternyata salah. Justru dorama ini menyuguhkan cerita yang beda dengan dorama-dorama lainnya. Ide yang segar dan lawas, dengan sentuhan bumbu cinta dan persahabatan bikin serial ini layak untuk ditonton.

Cerita utamanya memang nggak jauh-jauh dari soal cinta-cintaan. Ken Iwase alias Kenzo bersahabat sejak kecil dengan Rei Yoshida namun tidak bisa mengungkapkan perasaan hatinya. Walaupun sangat menyukai Rei dan keduanya selalu duduk bersebelahan di sekolah sejak masih kecil, Ken tidak pernah sekali pun menyatakan cintanya pada Rei. Kesempatan tersebut terlewati karena Ken selalu kehilangan keberanian saat berhadapan dengan Rei. Waktu terus berjalan hingga akhirnya Ken diundang menghadiri resepsi pernikahan Rei dengan Tada, mantan guru magang di SMA mereka yang akhirnya menjadi dosen Rei di kampus.

Pertunjukan slide di layar menceritakan kisah pertemuan kedua mempelai yang berakhir dengan pernikahan. Ken memandang ke layar, menyaksikan foto masa-masa indahnya bersama Rei diproyeksikan ke layar satu per satu. "Kalau saja aku bisa mengungkapkan perasaanku, aku mungkin bisa menikah dengan Rei....." sesal Ken dalam hati. Tiba-tiba muncul peri berpakaian ala pria Inggris yang bisa mengabulkan permintaan Ken asalkan diberi ebi furai (udang goreng berbalut tepung panir). Kata ajaib yang harus diucapkan oleh Ken adalah "Haleluya, Chance!" dan Ken bisa kembali ke masa lalu untuk mengubah nasibnya dengan mengubah masa lalu dan melamar Rei. Dimulai dari masa SMA hingga di bangku kuliah, episode demi episode penuh perjuangan dilewati Ken demi mendapatkan Rei.

Rei sendiri sebenarnya juga menyukai Ken, tapi tidak pernah secara terang-terangan menunjukkan perasaanya. Dan lama kelamaan sebal juga dengan respon Ken yang selalu menyebalkan setiap mereka berdua punya kesempatan untuk bicara. Akhirnya Rei berkenalan dengan Tada yang sedang kerja praktek menjadi guru SMA. Setelah lulus kuliah, Rei menerima lamaran Tada.

Persahabatan antara Ken, Rei, Eri, Mikio dan Tsuru digambarkan dengan indah disini. Bagaimana mereka saling mendukung di kala susah, kadang mereka bertengkar dan saling mencaci satu sama lain.....tapi pada akhirnya mereka selalu kembali bersama-sama. Di antara mereka berlima tokoh Mikio adalah favorit saya, gayanya yang cool enak sekali dilihat dan tampangnya sendiri lebih ganteng daripada Kenzo si tokoh utama.....;) Jadi, berminat nonton dorama ini???


ReviewReviewReviewReviewJodan Ja Nai : Pusiiiiiiiiiiiinggggg..........Dec 22, '07 10:29 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Pemeran :

- Oda Yuji as Takamura Keita
- Ueno Juri as Hirosi Eren

Dorama ini berkisah tentang kisah cinta 2 generasi, antara Takamura Keita (Oda Yuji), 40 tahun, dengan Hirosi Eren (Ueno Juri), 20 tahun. Pasangan unik ini berkenalan di arena pertandingan kickboxing, dimana Eren yang ekspresif dengan hebohnya memukuli Keita yang waktu itu duduk tepat di depannya. Dari sanalah kisah cinta ini dimulai.

Keita yang serius menjalin hubungan dengan Eren akhirnya melamarnya, dan mereka berdua pergi ke Prancis untuk mengenalkan Keita kepada orangtua Eren yang tinggal disana. Apa yang terjadi? Ternyataaaaaaaaaa........Ibu kandung Eren adalah mantan pacar Keita sewaktu kuliah dulu! Keita bak disambar geledek mendapat kenyataan ini. Hirosi Rie sang Ibu kandung Eren ternyata sudah mengetahui hal ini sejak lama, tetapi dia percaya kepada Keita sehingga tidak mempermasalahkan hal ini. Masalahnya, apakah Eren bisa menerima kenyataan bahwa lelaki yang akan dinikahinya adalah mantan pacar ibunya tercinta?
Dengan kondisi tidak mengetahui hubungan Ibunya dengan kekasihnya dimasa lalu, akhirnya Eren menikah dengan Keita di Prancis. Setelah menikah mereka kembali ke Jepang dan hidup bahagia disana. Keita yang sudah kembali tenang dan berpikir bahwa toh akan jarang berhubungan dengan bekas pacar alias ibu mertua kembali disambar geledek ketika mendapati Ibu sang istri suatu hari menerobos masuk ke rumah mereka. Ada apa gerangan? Ternyata Ibu Eren sedang mengalami konflik dalam rumah tangganya dan memutuskan kabur ke Jepang untuk tinggal sampai jangka waktu tidak terbatas di rumah anak sulungnya, Eren.... Hehehehe.....kebayang dong gimana gondoknya Keita & Eren......newlywed yang direcokin dengan kehadiran sang Ibu yang selalu mau tau dan ikut campur urusan mereka.......;)

Belum selesai 1 permasalahan, datang lagi masalah baru. Ada krisis manajemen di kantor Keita yang memaksa Keita mengundurkan diri dari pekerjaannya. Perjuangan Keita untuk mendapatkan pekerjaan kembali, menyembunyikan hubungan masa lalunya dari sang istri menjadi point utama dari dorama ini.

Komentar saya? Harus ditonton! Ceritanya beda dengan dorama-dorama lain dan chemistry Oda Yuji & Ueno Juri terasa sekali di serial ini. Tokoh Keita yang ngemong dan bijaksana klop banget dengan sifat Eren yang manja dan kekanak-kanakan. Latar belakang filmnya juga bagus, saya nggak tau apakah setting Prancis di film ini betul-betul diambil disana atau tidak, tapi yang pasti serial ini menyuguhkan banyak pemandangan indah.


ReviewReviewReviewHimitsu no Hanazono : The Secret GardenNov 18, '07 6:57 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Pemeran :

Shaku Yumiko - Tsukiyama Kayo
Sakai Masato - Kataoka Wataru
Ikeda Tetsuhiro - Kataoka Osamu
Kaname Jun - Kataoka Satoshi
Hongo Kanata - Kataoka Hinata

Hanazono Yuriko adalah seorang penggambar manga (komik) paling populer seantero Jepang. Walaupun sangat terkenal, tapi tidak ada yang mengetahui tentang kehidupan pribadi sang penggambar manga ini. Sampai suatu saat seorang gadis bernama Tsukiyama Kayo ditugaskan oleh tempatnya bekerja untuk menjadi editor bagi manga yang sedang dikerjakan oleh Hanazono Yuriko.

Ternyata, Hanazono Yuriko yang selama ini dikenal sebagai seorang wanita, aslinya adalah 4 orang kakak beradik yang kesemuanya pria dengan karakter yang berbeda-beda.... Si sulung Kataoka Wataru – kalem, hobi melukis & bertugas menggambar latar belakang untuk komik-komik karya mereka, Kataoka Osamu – anak kedua yang temperamental, nggak tahan lapar & moody merupakan ”tokoh utama” dibalik karya-karya Hanazono, yang ketiga adalah Kataoka Satoshi – pria flamboyan yang bertugas sebagai manajer bagi mereka semua, dan si bungsu Kataoka Hinata – pendiam dan kaku sifatnya, dialah penulis skenario untuk komik-komik Hanazono. Tsukiyama yang sama sekali tidak mengenal karya-karya 4 bersaudara ini, secara mendadak harus sering berinteraksi dengan mereka. Tugas sebagai editor pun melenceng jauh menjadi seorang pembantu umum.

Tsukiyama & Kataoka bersaudara adalah titik sentral dorama 11 episode ini. Usaha-usaha mereka untuk menutupi identitas asli Hanazono digambarkan dalam adegan-adegan yang tidak membosankan. Begitu juga cinta segitiga antara Tsukiyama, Wataru & Satoshi, menjadinsalah satu daya tarik serial ini. Dorama ini memang komplit, tidak hanya menyuguhkan drama hubungan persaudaraan, tapi juga dibumbui dengan beberapa adegan-adegan lucu. Theme songnya juga bagus, kalau nggak salah, judulnya adalah Baby Don’t Cry yang dinyanyikan Amuro Namie.


ReviewReviewReviewDamens Walker : Can't Help Falling for LosersNov 14, '07 6:36 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Cast:
Norika Fujiwara
Yu Yamada
Hiroyuki Miyasako
Seiichi Tanabe

Bercerita tentang wanita-wanita cantik yang selalu saja jatuh cinta kepada pria yang “salah”, mulai dari pria playboy, anak mami, pelit, narsis, materialistis, ringan tangan…you named it…

Maria Oizumi (Noriko Fujiwara) seorang wanita berusia 30 tahun, sekretaris senior di suatu perusahan besar, Takami Natsu ( Yu Yamada), rekan kerja Maria yang berusia lebih muda, cantik tapi materialistis. Keduanya berpacu dengan waktu untuk mencari cinta, dan sesuai dengan judul film ini, mereka selalu “terlibat” dengan pria-pria pecundang.

2 tokoh utama pria di dorama ini adalah Hitotsubashi Bruce (Hiroyuki Miyasako) dan Oyama Sei (Seiichi Tanabe). Keduanya termasuk di dalam jenis pria-pria pecundang tersebut, dan herannya mereka selalu saja diburu dan dipuja-puja wanita. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, mereke menyadari kekurangan mereka masing-masing dan berusaha untuk memperbaikinya.

Tidak ada yang special dari dorama yang diangkat dari serial manga ini, saya lebih tertarik memperhatikan baju-baju kerja yang dipakai oleh Maria dan rekan-rekan kerjanya…bagus-bagus euy…;) Untuk mengisi waktu senggang ya lumayanlah..apalagi untuk penggemar dorama. Walaupun jalan ceritanya biasa banget dan mudah ditebak endingnya.


LinkMau Nonton Drama Korea Gratisss???Sep 17, '07 7:08 PM
for everyone
Link: http://www.mysoju.com

Dapet link dari milis tetangga.......

Kalau suka nonton film drama Korea, bisa ditonton online nih.. via internet, gratis pula....;))
Kualitas video streaming-nya lebih bagus dan lebih cepat daripada yang ada di YOUTUBE.

PS :

Jangan nonton pas lagi kerja ya.....(katanya sihhh) sekali udah streaming dan loading susah di'cancel'nya. Hehe...

Happy watching.......

Blog EntryKenapa Kita Cinta Dorama???May 10, '07 1:05 AM
for everyone

Source from : http://www.doramalover.com/news.php?a=d;35

Drama Jepang: Kurang Dikenal Orang Indonesia

Drama Jepang? Apaan tuh? Jarangnya drama Jepang di TV lokal bikin drama Jepang ga familiar buat masyarakat Indonesia. Kalaupun orang tau drama Jepang, mereka taunya Tokyo Love Story, Ordinary People, Under The Same Roof atau Anything For You... drama-drama jaman jebot yang diputer jaman kita masih SD-SMP-SMA. Yang tahu bahwa drama Jepang masih rutin dirilis di negara asalnya tu ga banyak... salah satunya ya kita-kita ini.

Apa Sih Yang Bikin Kita Doyan Drama Jepang?

Iriekotoko, salah satu fans drama Jepang bilang, "Semua yang diceritain di drama Jepang begitu pure dan realistis. Ga semuanya tentang cinta... Topiknya sejibun n ga terbatas... Dan walopun bukan tentang cinta, tetep menarik n ada aja hal-hal berarti yang bisa diambil..."

Oke. Itu Satu: Tema Yang Luar Biasa Variatif

Percaya ngga, drama Jepang ga cuma mengangkat tema cinta dan keluarga (sebagaimana seringkali dituduhkan ^-^), tapi juga tema yang jauh lebih kompleks. Politik jujur dan bersih, misalnya? Ada
Kunimitsu no Matsuri . Kehidupan bisnis yang baik? Ada Koi no Ochitara. Betapa susahnya jadi guru yang dicintai murid-muridnya? Gokusen, GTO (Great Teacher Onizuka) dan Dragonzakura mungkin bisa bikin kita sadar bahwa profesi yang sering kita kata-katain di masa lalu ini adalah profesi yang sebetulnya sangat sulit... Bahkan kitapun jadi respek ama polisi setelah melihat Odoru Daisousassen.

Masih banyak lagi. Kehidupan para pemadam kebakaran di Fireboys atau para dokter di ruang UGD bisa disimak di Emergency 24 Hours. Profesi petinju (To Heart), pembalap (Engine) dan pilot (Good Luck) serta pramugari (Attention Please! dan Big Wing) bahkan dibahas dari pendekatan personal yang sangat manusiawi. Memang, hampir semua drama Jepang mengangkat topik cinta, tapi dengan porsi yang berbeda-beda.

Dua: Sederhana, Detail dan Menyentuh

Simak Under The Same Roof atau Be With You. Adegan-adegan yang ditampilin sebenernya biasa banget. Adegan makan malem, rutinitas "Saya pergi dulu," "Saya pulang," "Selamat tidur," jadi hal yang bikin kita terharu. Apalagi di Under The Same Roof dikisahkan bahwa dulunya, setiap anggota keluarga itu tinggal sendiri, dan setiap malam pulang ke rumah yang kosong, ga ada orang yang bisa diucapin "Saya pulang," ....

So common, happens at our family all the time... Semuanya itu dialog dan hal-hal yang terjadi dalam keluarga kita setiap hari. Tapi kenapa kita ga sadar dan ga menghargai itu? Di tengah keributan dalam keluarga sekalipun, ada sesuatu yang indah, yang selama ini ga kita notice. Bahwa ada cinta dan perhatian, yang seringkali dibungkus hal yang berbeda.

Simak Oyaji. Fokusnya adalah gimana seorang ayah yang killer mendidik anak-anaknya... Lewat drama Jepang yang satu ini kita jadi belajar melihat dari sisi lain: bahwa babe kita (yang kolot, yang sangar, yang protektif, yang nyebelin) ternyata sayang sekali ama kita, dan punya alesan kuat kenapa bersikap kaya gitu.

Tiga: Menyajikan Realitas Kehidupan

Miranti, fans drama Jepang lainnya nambahin, "Dalam drama Jepang nggak ada yang hitam benar-benar hitam, yang putih benar-benar putih, selalu ada alasan dibalik semua kejadian, dan menurut gw justru itulah yang menggambarkan realitas sebenarnya. Emangnya ada gitu orang yang memang dari lahir sudah jahat, yang nggak peduli sama kondisi sekitar, nggak peduli ngelakuin apa asal tujuannya tercapai?

Atau ada gitu orang yang kerjaanya nangisssss mlulu, yang kesannya pasrah, padahal emang nggak niat mau ngapa-ngapain, males, maunya cuma dikasihani doang, yang kesannya nggak punya energi untuk menyuarakan pendapatnya sendiri?"

Yup, mungkin ada, tapi kayanya kita lebih sering ngeliat orang jahat yang ga kelihatan jahat atau justru orang baik yang ternyata ga sebaik yang kita kira. Selain itu, kata Dian, "Yang lebih penting bagi gw sebenarnya pesen apa yang kita dapet sesudah kita nonton,"

Buat kita-kita ini, nonton drama Jepang bukan cuma untuk dapetin hiburan, tapi juga suntikan semangat akan hidup yang lagi kita jalanin. Kita pingin selalu diingingetin untuk selalu hormat ama orang tua, untuk selalu mendengarkan hati nurani, untuk selalu percaya akan sebuah value kerja keras, yang rasanya lebih menentramkan daripada nonton tayangan glamour yang kecil kemungkinan bakal terjadi dalam kehidupan kita. Itu kita. Bagaimana dengan kamu?

 Empat: Endingnya Ga Selalu Hepi, Just Like Our Life.

Drama Jepang dikenal sebagai tontonan yang ga ragu-ragu ngasi sad-ending. Dia ga takut mengecewakan penonton, malah yang ada, kita yang dibikin penasaran bin deg-degan lantaran ga kebayang endingnya bakal kaya gimana. Love 2000, God Give Me More Time (Kamisama) dan Sekai no chuushin de, ai o sakebu adalah beberapa yang ga segan-segan menutup cerita secara tragis... dan terbukti hal itu ga mempengaruhi tingginya rating drama-drama tersebut.

Kalau dipikir-pikir, hidup memang seperti itu. Ga selalu apa yang kita harepin terwujud. Kalau Kyoko ga meninggal di Beautiful Life, bukankah drama satu ini jadi terkesan dibuat-buat? Kalau Rika jadian ama Kanchi di Tokyo Love Story, apa bedanya drama ini dari drama percintaan biasa? Kalau Shunsuke ga buta di ending Itoshi Kimie, bukankah kita malah jadi bertanya-tanya, what's the point of the story? \

Hidup ga selalu happy end... that's for sure. Dan hal ini yang bikin kita merasa dekat ama drama Jepang. Hidup ga pernah sempurna, yang jadi tugas kita: gimana caranya mensyukuri yang ga sempurna itu dan selalu berusaha membuatnya jadi lebih baik dengan segenap usaha.

GANBATTE! Itu sebuah kata yang selalu ada dalam setiap drama Jepang. Berusahalah semaksimal mungkin dalam segala hal! Entah dalam percintaan, dalam dunia sekolah, dalam pekerjaan... semuanya.

Lima: Belajar Mensyukuri Segala Hal

DL angkat topi buat film kaya Messengers, yang berkisah soal petugas pengantar surat yang tugasnya nganter surat dari satu kantor ke kantor lainnya. Bisa aja kisahnya dibikin jadi kisah duka-lara tentang orang miskin yang saking miskinnya kepaksa jadi pengantar surat... tapi di sini, yang diangkat adalah sisi positifnya; value kerja keras, bangga pada pekerjaan yang dilakukan dan pantang meng-underestimate orang lain dan pekerjaannya.

Di drama Jepang, kita diajarin buat menghargai pekerjaan apapun yang kita punya; bukannya terus-terusan mengeluh dan mengasihani diri sendiri. Bekerja dengan hati, meski "cuma" jadi office lady (Matsu Takako di Love Generation), "cuma" jadi karyawan toko es krim (Kyoko Fukada di To Heart) atau "cuma" jadi petugas perpustakaan (Kyoko di Beautiful Life). Semua dilakuin dengan penuh kebanggaan: THIS IS MY JOB & I'LL DO MY BEST WITH IT.

Kenapa Drama Jepang Ga Booming di Indo...

Masih analisa Miranti, yang menurut DL ada benarnya. "Dorama nggak terlalu booming di Indonesia karena menurut gue, orang Indonesia belum terlalu bisa nerima cerita yang biasa, yang simple, yang nggak neko-neko."

Bisa jadi. Soalnya kalo dibedain ama tayangan Indonesia yang ratingnya tinggi, drama Jepang bisa dibilang kontras banget. Drama Jepang cenderung datar dan ga heboh. Yang dibahas cuma kisah sehari-hari. Ditambah lagi, gaya bercerita Jepang cenderung halus dan dalem. Marah ga dikasi liat dengan teriakan atau bantingan pintu. Sedih ga diceritakan dengan tangis terisak-isak, seringkali hanya mata berkaca-kaca atau pundak gemetar yang disorot dari belakang.

SekaChuu (Sekai no chuusin...), Kimi ga Kiete Kureta Koto (Things You Taught Me / From the Heart) salah satunya. Kisah soal Mayuko yang autis ini diceritain super halus... bahkan ketika hubungan Mayuko dan Shinichi ga disetujui, ga ada kisah heboh soal 'kawin lari' atau 'bunuh diri bareng' sebagai perwujudan cinta. Yang ada, keduanya tetep menjalani kehidupan masing-masing dan pada akhirnya orang tua Mayuko mengenal Shinichi lebih jauh lalu merestui hubungan keduanya. Memang ga segampang itu, dan ga semua kisah berakhir seindah itu, tapi setidaknya drama Jepang yang satu ini ngga selalu mengangkat cinta sebagai hal yang harus disikapi berlebihan...

Di Ichi Ritoru no Namida, Haruto yang baru mulai kuliah dikisahkan mundur teratur dari cintanya pada Aya yang menderita sakit tak tersembuhkan, sebuah reaksi wajar, bertentangan dengan sinetron jiplakannya yang menceritakan semangat si tokoh utama pria menikahi Nayla (versi jiplakan Aya di doramanya), yang akhirnya meninggal di hari pernikahannya... (gubragh! ups, gomen ^^)

Satu lagi yang perlu digarisbawahi dari drama Jepang: episodenya ga pernah dipanjang-panjangin. Setinggi apapun rating drama itu, pantang bagi Jepang untuk melanjutkan cerita dengan tambahan-tambahan yang ga seharusnya. Kalaupun ada sekuelnya, drama Jepang biasanya sukses membuat sekuel yang ga kalah bagus ama serial awalnya. Simak Under The Same Roof 2, Waterboys 2, Gokusen 2, Trick 2 (bahkan sampe Trick 3)

Kontras dengan tayangan lokal kita kan? :D Mungkin itu sebabnya, sebagian dari kita memilih rutin ngoleksi drama Jepang, meski harus kebakaran jenggot hunting kesana-kemari, daripada nyalain TV dan nyimak tayangan-tayangan di dalemnya... Gomenasai! :)

Credit: Niqh, Miranti, Dian, Iriekotoko

Buat nambahin :

1. Jadi tontonan alternatif karena sinetron Indonesia makin nggak jelas juntrungannya.....

2. Bebas ditonton kapan aja karena dvdnya banyak dijual bebas, jadi nggak usah spesial ngeluangin waktu untuk mantengin tv (yg notabene serial2 Indonesia kan tayang seminggus ekali dan bisa berbukan2 baru kelar....)

3. Nggak bikin sakit mata krn make up pemainnya natural banget ....nggak (lagi2 ngebandingin...) kayak sinetron kita yg mau tidur aja make-upnya polllll.....


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help